Kristina Gagal ke Istana

Sebuah pengumuman kecil di sekolah. Akan ada seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Sejumlah persyaratan tertulis disitu. Jelas; tanpa kurang apapun --tak ada jalur khusus atau rekomendasi. Kristina membacanya. Ia akan ikut seleksi. Maka sejumlah persiapan dilakukan. Termasuk fisik dan mental, tentu saja. Bagian itu paling penting. Hasil seleksi; Kristina salah satu yang terbaik. Tahapan dilahap habis. Penuh keringat. Penuh perjuangan. Bermodal semangat anak kampung; berani mengejar cita-cita ke kota. Rupanya itu tidak cukup. Kota terlampau keras. Sedang Kristina polos; tak tahu apa-apa. Intinya maju. Bersama Arya Maulana, dinyatakan mewakili daerahnya; Sulawesi Barat. Nama Kristina memang manis. Sayang, nama manisnya itu tak berbuah manis. Harus gigit jari. Ia gagal ke Jakarta. Tugas mulia; Paskibraka, sirna di depan mata. Musababnya sederhana. Katanya, Kristina positif covid-19. Sungguh disayangkan. Kecewa tentu saja. Ini bukan saja tugas mulia. ...