Imam Mahmud dan Ceramahnya

Cerita ini bermula belasan tahun silam. Ketika bulan ramadhan. Seorang penceramah diundang. Mengisi ceramah di sebuah masjid kecil. Di kampung kami. Di bawah lereng Gunung Babara, Kabupaten Sinjai. Akses jalan masih belum mulus. Sebagian masih tanah. Meski beberapa titik sudah ditimbun batuan kecil. Nama penceramah itu Pak Mahmud. Kebanyakan orang memanggilnya Imam Mahmud. Maaf jika salah ingat-- tolong dikoreksi. Bagi teman-teman yang mengenali. Beliau adalah seorang imam kelurahan. Di kampung. Jika mau ke rumahnya. Sangat mudah. Semua orang, barangkali mengenalnya. Satu kampung. Satu kelurahan. Maka sulit rasanya akan tersesat. Jika ingin menemuinya. Rumahnya sangat sederhana. Tepatnya di sebuah jalan. Ke arah utara. Di belakang pasar lama Bikeru. Menuju sebuah kampung Buhung Tembo’. Saya teringat kisah ini. Begitu nyaring dan renyah. Ketika seorang kawan di facebook. Tidak sengaja berkomentar. Tentang anjing-- asu dalam bahasa bugis. Blink-- begitu ...