Toraja Surganya Pluralisme (Bagian 2)

Pekan pertama pada September 2021. Saya semakin lancar berkomunikasi dengan Ibu Dekan-- Anastasia Baan. Tidak seperti diawal-- ada perasaan canggung-- intensitasnya cukup tinggi. Barangkali sudah berinteraksi lama. Maka saya mulai merasa nyaman. Termasuk berkomunikasi tentang kampus dan berbagai hal lain. Di pekan pertama itu juga-- kalau tidak salah ingat. Ibu Anastasia memberikan informasi jika perkuliahan akan segera dilaksanakan. Perkiraan Ibu Anastasia ketika itu, akan dimulai pada pekan ketiga atau keempat September. Karenanya saya lalu diminta berkomunikasi dengan Kaprodi, Pak Ketut Linggih-- saya iyakan. Anda tidak salah baca-- Ketut Linggih. Orang asli Bali. Tapi sudah puluhan tahun di Toraja. Kehadiran Pak Ketut membuat saya semakin yakin akan Toraja-- keterbukaan dan pluralismenya. Barangkali di lain waktu saya akan wawancara khusus dengan Pak Ketut. Kenapa dan bagaimana Blio sampai ke Toraja. Kembali ke topik. Diwaktu yang bersamaan. Masa-masa ...