Penghabisan Oposisi

Bergabungnya Prabowo Subianto dan Partai Gerindra pada pemerintahan Joko Widodo memang cukup mengejutkan. Dua sahabat lama kembali semeja bersama dengan hidangan nasi goreng. Itu setelah sekian purnama tak berjumpa. Yakni ketika Pilpres 2009 lalu. Manuver itu pun membuat sejumlah orang kebakaran jenggot. Tentu yang kebakaran jenggot ini adalah mereka yang memiliki jenggot. Tahun kan siapa. Partai pengusung Joko Widodo pun seperti terbelah ketika itu. Tapi rupanya hanya sebentar. Setelah lakon dipertengkarkan. Tibalah sang dalang minum kopi dibalik layar. Sambil tertawa dan berkelakar. Tentang kebingungan yang terjadi pada arus bawah masyarakat tidak jadi soal. Partai seperjuangan Gerindra mencak-mencak. Akan berdiri digaris terdepan sebagai oposisi. Tapi kicaunya hanya sebentar. Setelahnya diam seribu bahasa. Waktu terus berputar. Hingga kini tidak ada lagi suara-suara oposisi itu. Kebenaran seperti dimonopoli. Perbedaan dipaksa menjadi menjadi persatuan. Persatuan untuk tidak menentan...