Deddy Corbuzier Si Paling Smart People

 


Konstitusional adalah satu kata pembelaan Staf Khusus Kementerian Pertahanan, Deddy Corbuzier, ketika menanggapi insiden di Hotel Fairmont Jakarta.

Pada peristiwa itu, KontraS dan sejumlah orang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan hendak menyampaikan aspirasi terkait RUU TNI. Rapat tertutup itu mengundang kecurigaan mengenai RUU TNI yang kontroversial sedang dibahas oleh Komisi I DPR RI dan TNI sebab tidak dilakukan di Gedung DPR RI.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang hendak memaksakan diri masuk pada sebuah ruangan yang diduga sebagai lokasi rapat Komisi I DPR RI dan TNI. Teriakan pun menggema, yang pada intinya menolak RUU TNI yang diduga kuat akan melegalkan TNI dapat mengisi ruang publik yang harusnya diisi oleh masyarakat sipil.

Poster bertuliskan sejumlah tuntutan aksi pun terlihat dipegang oleh sejumlah orang yang tergabung dalam koalisi. Saling dorong pun tidak terhindarkan.

Sejumlah wartawan pun tampak mengambil gambar berupa foto dan video yang kemudian viral. Inilah yang kemudian membuat reaksi banyak orang, termasuk Deddy Corbuzier.

Satu kata yang menarik disampaikan oleh pemilik nama asli Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo itu adalah konstitusional. Menurutnya, rapat yang dilakukan oleh DPR RI dan TNI itu konstitusional. Atau bahasa awamnya sesuai dengan aturan main. Bahkan, Deddy berani menyebut itu ilegal. Kupikir, logika demokrasi Deddy terputar-putar.

Soal rapat itu konstitusional, patut dipertanyakan. Jika memang demikian, hal utama yang harus diipenuhi bukankah keterbukaan publik, tidak tertutup kayak begini bukan? Bahkan, tidak dilakukan di Gedung DPR RI pula tapi di hotel mewah dan mahal; mana bentuk efisensinya?

Lagian, jika ingin terbuka kepada rakyat maka buat rapat itu dapat dijangkau. Dan kupikir itu tidak sulit, banyak platform yang bisa dipakai. Termasuk Close The Door milik Deddy Corbizier sendiri; itu baru smart people.

Pembelaan lain yang disampaikan Deddy adalah rapat itu dihadiri oleh seluruh fraksi. Lalu kenapa memang kalau dihadiri fraksi? Apakah itu sudah jadi indikator bahwa rapat itu sudah benar?

Anda tahu tidak jika DPR RI itu merupakan lembaga paling tidak dipercaya publik tahun 2024 juga tahun-tahun sebelumnya. Dan, itu tidak satu lembaga yang mengatakan itu tapi ada dua; Indikator dan CSIS. Atau karena merasa DPR RI telah mewakili seluruh rakyat, begitu maksudnya?

Hey jika mereka memang benar mewakili rakyat kenapa ketika rakyat minta menghentikan UU Omnibus Law beberapa tahun lalu karena banyak pasal yang tidak mewakili rakyat, mereka tetap jalan. Jadi, ayolah pakai sedikit otaknya secara sehat, yuk jadi smart people. Upss

Sebagai pejabat publik yang mengusung tagline smart people, harusnya Anda lebih progresif melihat satu peristwa. Jika kondisinya begini, Deddy tidak lebih dari seorang buzzer pemerintah dalam memberikan keterangan yang tidak berdasar secara akal sehat.

Artinya smart people-nya hilang. Anda tahu tidak, jika tidak semua yang konstitusional itu baik menurut warga, terutama yang terdampak langsung.

Contoh sederhanya, punya duit banyak, urus izin secara konstitusional untuk ambil alih lahan yang didalamnya diisi masyarakat adat, lalu hutannya ditebang, sungainya dicemarin. Warga adat protes; tidak diengar. Dan itu terjadi dihampir seluruh wilayah negara. Apakah Anda bersuara? Tidak.

Contoh lainnya, Teddy Indra Wijaya dan Novi Helmy Prasetyo. Keduanya inkonstitusional menduduki jabatan sebagai Seskab dan Dirut Bulog. Apakah Anda bersuara atas nama konstitusional? Lagi-lagi tidak kan. Ya mungkin karena itu satu gerombolan dengan Anda. Hahaha

Lagian ya, zaman Soeharto dulu, seluruhnya juga konstitusional loh, termasuk Dwi Fungsi ABRI.

Tidak usah jauh-jauh, untuk kondisi sekarang saja, data kompas tahun pada Juni 2023 angka putus SD mencapai 0,13 persen atau 31.246 siswa, SMP 1,06 persen atau 105.689 siswa, dan SMA 1,38 persen atau 73,388 siswa. Tahun 2025 mungkin saja akan lebih besar.

Sementara para siswa yang putus sekolah itu, punya hak konstitusional tapi tidak Anda suarakan juga. Jadi, jangan Anda seakan-akan paling konstitusional dalam hal ini.

Satu lagi, ambil gajimu itu. Itu konstitusional. Dan jangan karena merasa tidak mengambil gaji Anda seenak jidatnya memutarbalikkan fakta.

Jika sudah cukup penghasilan dari dunia hiburan maka fokus sajalah ke sana. Oh iya, lagian selama ini dunia hiburan Anda juga lebih banyak menjilat pantat kekuasaan bukan ya?

Saya ingat betul ketika Anda mengupload video wawancara Anda dengan Prabowo sehari sebelum pencoblosan. Dan ya, itulah Anda sekarang. Terima kasih. #akumencintaimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

W Super Club

Menghidupkan Kembali Tallo

Merefleksi Kembali Tujuan Pendidikan