Postingan

Masak Rebus atau Tidak Becus

Gambar
Tiba dari Makale, Sabtu pagi. Turun di depan Perwakilan Litha-- depan Kodam Hasanuddin. Seorang laki-laki tambun, mendekat. Lalu menawarkan ojek. Saya tidak menanggapi; diam juga tidak menoleh. Barang yang diturunkan harus diperhatikan-- dari bagasi bus. Takut ada yang kelupaan.   Setelah semua beres. Berbalik dan bertanya.   “Berapa?”   “20.000 ribu”   Kuperhatikan betul lelaki itu. Matanya merah. Mungkin belum tidur. Atau entah yang lain. Giginya sedikit kuning. Pakaian agak usang. Memegang helm berwarna hijau. Disitu tertera amat jelas; grab. Belum juga handphone saya dibuka. Lelaki itu menurunkan harga. “15.000 Pak, jalan meq”. Oke, gass.   Di tengah jalan. Kami bercerita. Banyak hal. Termasuk apa pernah hujan se-pekan ini. Hingga tentang minyak goreng. Si Tambun tertawa. Saya tanya, kenapa tertawa. Katanya, lucu. Ketika murah, minyak tidak ada. Setelah mahal, minyak dimana-mana. Kalimat itu buat saya ikut tertawa-- terbahak.   ...

Yang Tersisa dari Pengeroyokan Ade Armando

Gambar
Hingga kini, saya masih terngiang. Pengeroyokan Ade Armando-- kemarin. Video itu seperti akan tersimpan lama. Karena dua sebab. Pertama, saya pernah menyaksikan langsung. Pengeroyokan di jalan. Beberapa tahun lalu. Seorang begal ditangkap. Lalu dipukul habis-habisan. Hampir mati di tempat.   Kejadiannya di Kota Makassar. Ketika dulu masih banyaknya begal di kota ini. Juga geng motor. Mereka memang salah. Merampas milik orang. Bahkan juga melukai. Tidak jarang korban harus cacat. Seumur hidup. Maka ketika ditangkap. Itu sudah jadi resiko. Babak belur. Untung jika nyawa tidak melayang.   Kedua melihat tidak langsung. Sama seperti kasus Ade. Kasus pengeroyokan Haringga Sirila. Oleh supporter Persib Bandung-- Bobotoh. Kejadian tahun 2018. Dikeroyok sampai mati. Hanya karena ingin menonton bola. Tim kesayangannya-- Persija. Di kandang Persib--  Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).   Sialnya, sebagian dari kita. Rivalitas olahraga merangsek terlalu jauh....

Warga Rampi Wajar Kecewa Pak Gub

Gambar
Kemarin sore, di sebuah grup WA. Seorang kenalan mengirim potongan video. Di situ diperlihatkan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di atas podium-- barangkali sedang memberi sambutan. Mengenakan pakaian serba hijau. Di kepalanya, ada songkok recca-- songkok khas Bone.   Dengan senyum khasnya. Dan gesturnya yang seperti biasa kita lihat. Nadanya agak sedikit ditekan dan bercanda. Itu terlihat ketika Pak Gub menahan tawa. “Sama yang ke Rampi, saya sampaikan tadi di Luwu Utara, katanya Anda mau ke luar dari Sulsel ini. Kenapa nda keluar dari Indonesia gitu kan”. Tolong dikoreksi jika salah.   Dalam beberapa berita yang saya baca. Konteks kalimat Pak Gub adalah bercanda. Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas, Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sulsel, Sultan Rakib. Penjelasan lebih lanjut, jalan ke Rampi itu bukan kewenangan provinsi. Tapi kabupaten-- Pak Gub tetap akan bantu dengan pinjaman; itu baik.   Bercanda untuk tujuan hiburan. Kadang-kadang ...

Bilqis Prasista Penakluk Nomor Satu Dunia

Gambar
Perjalanan tim putri Indonesia di Piala Uber terhenti. Tim kebanggaan merah putih dikandaskan oleh tim Tiongkok. Skornya sangat mencolok-- 0-3. Karena itu, Bilqis Prasista dan kompatriotnya angkat koper lebih cepat.   Pertandingan pertama, Komang ditundukkan oleh Chen Yu Fei-- juara Olimpiade Tokyo 2020. Komang dikalahkan dalam dua game langsung yakni 12-21 dan 11-21. Hasil itu membuat tim Indonesia harus bekerja keras di pertandingan kedua.   Tapi, sayang hasilnya sama. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma dan Amalia Cahaya Pratiwi juga takluk. Dikalahkan pasangan Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan. Juga dalam dua pertandingan langsung-- skor 19-21 dan 16-21. Beban berat pun dipikul Bilqis Prasista-- pertandingan ketiga melawan  He Bing Jiao.   Lagi, tim Indonesia kalah. Bilqis yang masih berusia 19 tahun itu di bawah tekanan hebat-- akhirnya kalah. Meski sempat memberikan perlawanan sengit. Terbukti ketika babak pertama. Bilqis mampu menang dengan skor 21-19. ...

Ponari: Legenda Hidup Para Dukun

Gambar
  Tahun 2009 bisa dikata sebagai tahun keemasan perdukunan. Di tahun itu, di Kampung Kedungsari Desa Balongsari-- Jombang, Jawa Timur. Seorang anak laki-laki biasa. Usianya masih 10 tahun. Namanya Muhammad Ponari.   Mendadak terkenal seantero negeri. Itu kerena berkat batu petir. Manjur mengobati banyak penyakit.   Penemuan batu itu bermula saat hujan deras. Juga petir menyambar-menyambar. Ponari yang masih anak-anak bermain hujan. Ketika petir itu menyambar. Hampir mengenai Ponari. Dan sebuah batu jatuh. Lalu mengenai kepalanya. Batu itu memancarkan cahaya. Maka diambillah batu itu.   Suatu ketika, seorang anak perempuan di kampungnya sedang sakit. Mendengar itu, Ponari datang berkunjung. Sekaligus membawa batu petir temuannya. Ponari tamu tidak diundang-- datang sendiri. Ponari mencelupkan batu petirnya ke dalam air. Lalu diminumkan kepada perempuan itu. Ajaib, sembuh.   Pasca kejadian itu. Warga di kampung Ponari selalu datang ke rumahnya-- jika...

Ade Armando Dihakimi Massa

Gambar
  Jelang magrib. Di Kota Makassar. Saya asik buka-buka sosial media. Mau tahu perkembangan terkini. Tentang aksi 11 April. Di Jakarta maupun di kota lain. Rasanya menarik demo kali ini. Pengguna jalan tidak ada keluhan. Sama sekali. Khususnya di Makassar.   Beberapa waktu lalu. Di salah satu jalan protokol di Makassar. Seorang Ibu-ibu memberikan dukungan. Kepada mahasiswa yang sedang orasi. Katanya jangan berhenti. Semangat berjuang. Sambil mengangkat tangan kiri. Video itu pun viral. Ya wajarlah. Minyak goreng mahal. Haha   Saya pantau facebook. Tulisan saya soal demo pagi tadi. Cukup diminati. Ada beberapa dukungan. Juga ada yang dibagikan. Semoga bermanfaat. Setelah itu buka twitter. Mau lihat isu apa yang trending. Disitu tertera nama. Ade Armando.   Ada apa gerangan. Kok nama Ade yang nomor 1. Kalah demo BEM SI. Saya coba klik. Muncullah berita Ade dikeroyok massa. Di depan DPR RI. Saya scroll lagi. Muncul sejumlah video. Video pertama tampak Ade s...

Belajar dari Kisah Novi (Bagian 2)

Gambar
  Kisah cinta tidak selalu tentang romatisme. Kehidupan nyata itu lebih kejam dari kematian. Foto kemesraan itu ilusi. Maka berhati-hatilah. Ingat pesan Bang Napi “Kejahatan terjadi bukan hanya karna ada niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan. WASPADALAH!!! WASPADALAH!!!.   Di luar dari efek negatif, media sosial telah jadi media yang amat ampuh untuk menegakkan hukum. Yang kita tahu hari ini terus-terusan tercabik-cabik. Bahkan dari dalam pelaksana hukum itu sendiri. Viral. Ini adalah sebuah kata sangat berguna bagi kontrol sosial di masyarakat. Telah banyak rasanya kata viral ini mempengaruhi proses hukum. Salah satunya kasus pemerkosaan di Luwu Timur lalu. Termasuk juga kasus Novi.   Karena viral. Proses hukum seperti berjalan sesuai harapan. Di kasus Novi misalnya. Karena menjadi atensi publik dan viral dimana-mana. Pihak kepolisian seperti bergerak cepat. Termasuk melakukan pemeriksaan kepada terduga pelaku. Meski selama ini, penyelesaian kasus hukum sepe...