Postingan

Petani Ditangkap karena Panen Sawit Sendiri

Gambar
Lima hari lalu, di twitter. Saya membaca twit tentang penangkapan petani. Tapi itu hanya sekilas-- scroll. Lalu hilang. Saya lupa me-like. Juga me-retweet. Saya terlampau mengklik pemberitahuan-- lihat tweet baru. Maka, ketika hendak membaca secara jelas tweet itu-- rasanya sulit menemukannya. Sebab twitter itu sangat cepat.   Hari ini, sepulang dari kampus. Sehabis mengikuti kegiatan pelatihan-- seharian penuh. Keadaan saya begitu lelah. Karena menerima materi. Juga tugas-tugas pelatihan yang mesti dikerjakan. Itu juga deadline-- wajib selesai hari itu juga.   Ketika buka twitter-- dalam perjalanan pulang-- dengan sempoyongan. Saya tidak sengaja membaca berita. Tentang penangkapan para petani itu. Seketika itu juga saya baca. Rupanya, benar itu terjadi. Lokasi penangkapan itu di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.   Rasanya capek saya tidak artinya. Daripada derita dan kegetiran yang dialami para petani di Mukomuko. Dari berbagai sumber. Terutama dari berbagai me...

Wajah Keadilan di Soppeng

Gambar
Beda nasib. Barangkali kalimat itu dapat mewakili-- dua peristiwa. Di Kabupaten Soppeng. Sebuah peristiwa yang mungkin sebagian orang. Mungkin juga kebanyakan orang. Hanya sebuah hal yang biasa. Atau karena alasan-- sudah terbiasa menyaksikan peristiwa serupa.   Rakyat kecil. Tidak berpendidikan. Minim pengalaman. Miskin lagi. Nelangsa tiada akhir-- terabaikan oleh negara. Dapat bantuan beras miskin-- hanya karung beras bermerk keren-- isinya berulat. Tapi, itu masih bagus-- jika ada. Jika tidak, sisa gerutu. Sambil menikmati kepedihan hidup.   Namanya Natu. Umurnya sudah senja-- 75 tahun. Bersama anaknya-- Ario. Kepala keluarga yang bertanggung jawab. Umur masih 32 tahun. Serta Sabang-- saudara Natu-- juga paman Ario. Umurnya 47 tahun. Ketiganya ditangkap polisi. Atas tuduhan menebang pohon jati.   Katanya, pohon jati itu masuk kawasan hutan. Tapi, itu kebun Natu. Telah lama dijadikan tanah garapan. Untuk menggantungkan hidup-- untuk kehidupan duniawi yang ...

Masak Rebus atau Tidak Becus

Gambar
Tiba dari Makale, Sabtu pagi. Turun di depan Perwakilan Litha-- depan Kodam Hasanuddin. Seorang laki-laki tambun, mendekat. Lalu menawarkan ojek. Saya tidak menanggapi; diam juga tidak menoleh. Barang yang diturunkan harus diperhatikan-- dari bagasi bus. Takut ada yang kelupaan.   Setelah semua beres. Berbalik dan bertanya.   “Berapa?”   “20.000 ribu”   Kuperhatikan betul lelaki itu. Matanya merah. Mungkin belum tidur. Atau entah yang lain. Giginya sedikit kuning. Pakaian agak usang. Memegang helm berwarna hijau. Disitu tertera amat jelas; grab. Belum juga handphone saya dibuka. Lelaki itu menurunkan harga. “15.000 Pak, jalan meq”. Oke, gass.   Di tengah jalan. Kami bercerita. Banyak hal. Termasuk apa pernah hujan se-pekan ini. Hingga tentang minyak goreng. Si Tambun tertawa. Saya tanya, kenapa tertawa. Katanya, lucu. Ketika murah, minyak tidak ada. Setelah mahal, minyak dimana-mana. Kalimat itu buat saya ikut tertawa-- terbahak.   ...

Yang Tersisa dari Pengeroyokan Ade Armando

Gambar
Hingga kini, saya masih terngiang. Pengeroyokan Ade Armando-- kemarin. Video itu seperti akan tersimpan lama. Karena dua sebab. Pertama, saya pernah menyaksikan langsung. Pengeroyokan di jalan. Beberapa tahun lalu. Seorang begal ditangkap. Lalu dipukul habis-habisan. Hampir mati di tempat.   Kejadiannya di Kota Makassar. Ketika dulu masih banyaknya begal di kota ini. Juga geng motor. Mereka memang salah. Merampas milik orang. Bahkan juga melukai. Tidak jarang korban harus cacat. Seumur hidup. Maka ketika ditangkap. Itu sudah jadi resiko. Babak belur. Untung jika nyawa tidak melayang.   Kedua melihat tidak langsung. Sama seperti kasus Ade. Kasus pengeroyokan Haringga Sirila. Oleh supporter Persib Bandung-- Bobotoh. Kejadian tahun 2018. Dikeroyok sampai mati. Hanya karena ingin menonton bola. Tim kesayangannya-- Persija. Di kandang Persib--  Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).   Sialnya, sebagian dari kita. Rivalitas olahraga merangsek terlalu jauh....

Warga Rampi Wajar Kecewa Pak Gub

Gambar
Kemarin sore, di sebuah grup WA. Seorang kenalan mengirim potongan video. Di situ diperlihatkan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di atas podium-- barangkali sedang memberi sambutan. Mengenakan pakaian serba hijau. Di kepalanya, ada songkok recca-- songkok khas Bone.   Dengan senyum khasnya. Dan gesturnya yang seperti biasa kita lihat. Nadanya agak sedikit ditekan dan bercanda. Itu terlihat ketika Pak Gub menahan tawa. “Sama yang ke Rampi, saya sampaikan tadi di Luwu Utara, katanya Anda mau ke luar dari Sulsel ini. Kenapa nda keluar dari Indonesia gitu kan”. Tolong dikoreksi jika salah.   Dalam beberapa berita yang saya baca. Konteks kalimat Pak Gub adalah bercanda. Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas, Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sulsel, Sultan Rakib. Penjelasan lebih lanjut, jalan ke Rampi itu bukan kewenangan provinsi. Tapi kabupaten-- Pak Gub tetap akan bantu dengan pinjaman; itu baik.   Bercanda untuk tujuan hiburan. Kadang-kadang ...

Bilqis Prasista Penakluk Nomor Satu Dunia

Gambar
Perjalanan tim putri Indonesia di Piala Uber terhenti. Tim kebanggaan merah putih dikandaskan oleh tim Tiongkok. Skornya sangat mencolok-- 0-3. Karena itu, Bilqis Prasista dan kompatriotnya angkat koper lebih cepat.   Pertandingan pertama, Komang ditundukkan oleh Chen Yu Fei-- juara Olimpiade Tokyo 2020. Komang dikalahkan dalam dua game langsung yakni 12-21 dan 11-21. Hasil itu membuat tim Indonesia harus bekerja keras di pertandingan kedua.   Tapi, sayang hasilnya sama. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma dan Amalia Cahaya Pratiwi juga takluk. Dikalahkan pasangan Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan. Juga dalam dua pertandingan langsung-- skor 19-21 dan 16-21. Beban berat pun dipikul Bilqis Prasista-- pertandingan ketiga melawan  He Bing Jiao.   Lagi, tim Indonesia kalah. Bilqis yang masih berusia 19 tahun itu di bawah tekanan hebat-- akhirnya kalah. Meski sempat memberikan perlawanan sengit. Terbukti ketika babak pertama. Bilqis mampu menang dengan skor 21-19. ...

Ponari: Legenda Hidup Para Dukun

Gambar
  Tahun 2009 bisa dikata sebagai tahun keemasan perdukunan. Di tahun itu, di Kampung Kedungsari Desa Balongsari-- Jombang, Jawa Timur. Seorang anak laki-laki biasa. Usianya masih 10 tahun. Namanya Muhammad Ponari.   Mendadak terkenal seantero negeri. Itu kerena berkat batu petir. Manjur mengobati banyak penyakit.   Penemuan batu itu bermula saat hujan deras. Juga petir menyambar-menyambar. Ponari yang masih anak-anak bermain hujan. Ketika petir itu menyambar. Hampir mengenai Ponari. Dan sebuah batu jatuh. Lalu mengenai kepalanya. Batu itu memancarkan cahaya. Maka diambillah batu itu.   Suatu ketika, seorang anak perempuan di kampungnya sedang sakit. Mendengar itu, Ponari datang berkunjung. Sekaligus membawa batu petir temuannya. Ponari tamu tidak diundang-- datang sendiri. Ponari mencelupkan batu petirnya ke dalam air. Lalu diminumkan kepada perempuan itu. Ajaib, sembuh.   Pasca kejadian itu. Warga di kampung Ponari selalu datang ke rumahnya-- jika...