Postingan

Menguji Independensi Mahkamah Konstitusi

Gambar
Pengesahan undang-undang Omnibus Law pada 5 Oktober 2020 lalu mengundang reaksi yang tidak sedikit. Bahkan penolakan terhadap undang-undang busuk itu sangat massif diseluruh wilayah tanah air. Tapi, apa yang terjadi kemudian adalah pengabaian aspirasi dari rakyat tersebut.   Lolosnya undang-undang itu kini mulai terasa dampaknya. Sayang dampak yang dimaksud adalah dampak yang membuat hak rakyat semakin diabaikan. Termasuk pemenuhan sejumlah ha katas kepemilikan tanah di berbagai daerah. Buktinya konflik agraria terjadi dimana-mana. Dan negara seakan buta akan hal itu.   Konflik itu agraria sendiri tidak lepas dari sejumlah kooporasi yang kepemilikannya terkait langsung dan tidak langsung dengan sejumlah pejabat negara. Baik di tubuh pemerintah maupun di DPR. Bahkan DPR kini tak kurang dari 200 anggota yang merupakan pebisnis yang memiliki kepentigan atas undang-undang busuk itu.   Ketika parlemen jalan kemudian digerakkan oleh mahasiswa. Ini kemudian ditudin...

Ide Gila Penundaan Pemilu

Gambar
Penundaan pemilu. Sebuah ide yang gila. Bukan berarti tidak mungkin. Dalam politik semua mungkin. Apalagi politik Indonesia. Epik sekaligus munafik; kadang-kadang. Diaduk, dibumbuhi, dipanaskan. Hampir tiap hari. Dan anehnya. Pemerintah hampir selalu jadi lakon utama.   Secara politik, pemilu yang ditunda itu hal biasa. Sejalan dengan pernyataan Ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. “Usulan penundaan pemilu masuk akal”. Lagian, karena coped ada 48 negara yang menunda pemilu. Jadi santai-santai saja. Tenang dulu. Sambil nikmati kopimu.   Apalagi jika ketua partai yang berbicara. Sudah jelas kan. Ketua partai. Barangkali butuh perhatian; sudah tidak ada yang perhatikan. Alias jeblok. Elektabilitas tak naik-naik. Apalagi ada skandal; korupsi dan perempuan.   Jadi, biarkan saja. Kalaupun mengaku sudah disetujui kader. Ya percaya-percaya saja. Namanya juga kader partai. Bebas tapi terikat hebat. Maka berbicara tentu hati-hati. Salah kata, dipecat. Bagus kalau tidak...

Yang Lain dari Armin

Gambar
Anggota DPR. Atau wakil rakyat. Secara makna, banyak tafsiran. Tapi mari kita lihat sederhana saja. Jika “wakil” dimaknai bawahan. Atau orang kedua. Atau orang nomor dua. Maka, barangkali tidak salah, jika wakil rakyat itu disebut bawahan rakyat.   Tapi kok ada wakil rakyat. Kadang melebihi rakyat. Itu kenapa? Terjadi salah tafsir? Atau salah makna? Atau karena tidak TAHU DIRI? Sungguh mengecewakan. Jadi teringat lagu Iwan Fals.   Wakil rakyat seharusnya merakyat Jangan tidur waktu sidang soal rakyat Wakil rakyat bukan paduan suara Hanya tahu nyanyian lagu setuju   Wakil rakyat seharusnya merakyat Jangan tidur waktu sidang soal rakyat Wakil rakyat bukan paduan suara Hanya tahu nyanyian lagu setuju   Dalam hal ini, harus fair. Bahwa ada wakil rakyat yang betul bekerja. Sangat banyak. Di Sulsel juga ada. Salah satu, yang saya kenal, Armin Mustamin Toputiri. Namanya melegenda. Nama lain; ada Wawan Mattaliu-- diwaktu yang lain akan saya tuliskan j...

Wakil Itu Soal Moral

Gambar
Andi Sudirman Sulaiman (ASS) hampir dipastikan naik tahta. Karena itu, sederet nama dari partai politik pengusung di Pilkada lalu mulai pasang kuda-kuda. Posisi wakil seperti menggiurkan. Bahkan sejumlah nama terlah mencuat di media. Dimana ada gula disitu ada semut. Haha.   Misal PKS mengajukan empat nama yakni Muh. Amri Arsyid, Muzayyin Arif, Sri Rahmi, dan Asriady Arsal. Diinternal PAN ada nama tenar seperti Ashabul Kahfi dan sederet nama lain seperti Usman Lonta, Irfan AB dan Andi Yusran Paris. Sementara PDIP dikabarkan memberi mandate tunggal kepada Andi Ansyari Mangkona.   Siapapun yang terpilih; bodo amat. Terpenting kerja yang benar --cukup. Toh saya tetap harus berkeringan karena kerja. Hanya saja, rasanya kita perlu saling mengingatkan. Kita tidak ingin ada noda lagi di daerah ini. Ya meski noda itu sudah pasti tetap ada sih; namanya juga hidup --hitam putih.   Kapasitas ASS dalam memimpin perusahaan saya kira tidak perlu diragukan lagi --top. Itu ...

Dewan Penderitaan Rakyat

Gambar
Pada suatu waktu pada tahun 2019 lalu, telepon saya berdering. Rupanya ada dua panggilan tak terjawab. Saya membuka untuk mengecek gerangan siapa yang menelfon. Barangkali penting. Dan benar saja, pada panggilan itu tertulis nama Bapak saya. Segera saya menelfon balik. Ini pasti ada sesuatu yang penting. Apalagi itu adalah nomor Bapak saya.   Beberapa saat berdering, Bapak mengangkat juga. Bapak memberitahu, jika orang-orang di kampung sedang marah. Katanya ada proyek pengerjaan jalan. Tanpa ada papan bicara. Yang ada hanya pemberitahuan kepada warga setempat. Lalu saya bertanya, apa gerangan yang akan dilakukan warga. Bapak bilang akan menghadap ke DPRD.   Kupikir itu adalah langkah tepat. Juga langkah berani. Sebab warga sudah mulai berpikir. Warga mulai mencari-cari para wakilnya di parlemen. Ini kedengarannya informasi yang sangat bagus. Harus menjadi catatan suatu hari. Saya jadi bersemangat mendengarnya. Warga yang kebanyakan tidak pernah sekolah itu sudah mula...

Penjelajah Birahi di Pondok Pesantren

Gambar
Seorang “ustad” berurusan dengan polisi; di Pinrang. Musababnya ada dugaan melakukan pencabulan. Ini masih dugaan. Tapi barangkali akan terjaring jeruji besi. Itu barangkali. Apalagi jika cukup alat bukti. Maka tentu saja kepolisian wajib proses kasus ini. Persisnya, belum jelas. Dari berbagai berita yang beredar. Kejadian pencabulan itu dilakukan di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes).   Bangsat juga. Marwah Ponpes yang kita kenal selama ini sebagai ladang ilmu agama. Malah dicabik-cabik begitu saja. Keamanan pada wilayah yang selama ini dinilai aman, rupanya belum menjamin kepastian. Rupanya manusia bangsat masih dimana-mana. Termasuk di lingkungan Ponpes. Sontoloyo. Kita tentu ingin si bangsat di Pinrang itu diseret ke meja hijau. Lalu dihukum setimpal.   Kejadian semacam ini bukan pertama kali terjadi. Semua wajib waspada. Manusia itu penuh topeng, kata Albert Camus. Oleh karena, sebutan “ustad” itu tak menjamin. Ayat yang disampaikan “ustad” kita wajib percayai...

Surat Terbuka Kepada Kapolri

Gambar
Selamat pagi waktu Makale Pak Kapolri, Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Semoga Bapak sehat dan baik-baik saja. Gimana Pak Minggu ini? Olahraga lancar? Sarapan gimana Pak? Bubur ayam atau menu apa Pak? Kalau kami orang Makassar, coto paling mantap menu sarapan Pak. Mitosnya, kuahnya masih sangat kental diwaktu pagi.   Oh iya Pak, pagi ini di Kota Makale, Kabupaten Tana Toraja, cuacanya cerah Pak. Sangat baik untuk olahraga. Dan pagi tadi, saya habis jogging mengelilingi Patung Lakipadada. Ikon yang sangat megah di kota ini. Tadi keliling sebanyak 5 kali Pak. Alhamdulillah keringat cukup banyak. Segar rasanya Pak.   Oh iya Pak, melalui ini, saya ingin menuliskan surat terbuka (elektonik) atas keresahan saya Pak. Keresahan yang dalam tiga hari terakhir ini membuat saya sering berpikir dan berdiskusi kepada diri sendiri. Kadang-kadang cukup lama. Keringat saya tidak bercucuran karena itu Pak. Tapi capeknya, rasanya melebihi olahraga pagi ini.   Ada...