Postingan

Sampai Kapan Kita Pelihara Keterbelahan

Gambar
Pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu. Keterbelahan arus pemilih terus menjalar hingga hari ini. Bahkan ketika Pilkada DKI tahun 2017 membuat keterbelahan menjadi lebih rumit. Sebab arus pemilih Pilpres 2014 berubah menjadi arus pemilih di Pilkada DKI.   Gonjang-gonjing wacana keterbelahan itu terus berputar tanpa henti. Atau mungkin tepatnya tidak ingin dihentikan. Bahkan ada yang memprediksi akan sampai pada Pilpres 2024 mendatang. Kedua kubu terus-terusan saling intip dan saling serang. Kadrun dan cebong bertikai tiada kata berhenti.   Pertikaian ini tidak akan bernilai apa-apa dan tidak bermanfaat apa-apa. Kecuali bagi mereka yang dibalik layar pertengkaran itu. Mereka yang menggiring opini publik untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Mereka yang dengan ceria mengabaikan hati nurani dan masa depan kebangsaan.   Dilain pihak, pemerintah seperti acuh dan tidak mau tahu atas situasi kritis ini. Pemerintah seperti tidak memandang penting. Karena bar...

Tualang Prof Chris Bennett Menemukan Indonesia

Gambar
Chris Bennett lahir di Ingris. Menghabiskan masa kecilnya di negara Ratu Elizabeth. Juga sering menyeberang ke Prancis untuk menghabiskan masa mudanya. Chris mengaku sebagai manusia gado-gado. Turunannya berasal dari Inggris, Prancis, Irlandia, dan Swiss. Tapi berkewarganegaraan Inggris.   Untuk karir akademik Chris dimulai di Inggris yakni di Exeter dan di Manchester. Konsennya mengenai ilmu fitopatologi. Konsentrasi tanaman atau pohon. Setelah menyelesaikan kuliahnya. Chris lalu mengikuti kata hatinya. Menurutnya, itu sebuah cita-cita. Yang bagi saya itu pilihan yang sangat beresiko.   Chris memilih bertualang. Bertualang yang tidak biasa karena dilakukan dengan jalan kaki. Jaraknya tidak main-main. Dari Amerika Utara hingga Amerika Selatan. Meski perjalanan itu sepenuhnya tidak dengan berjalan kaki. Karena hal itu sangat tidak memungkinkan. Tapi sungguh itu adalah hal yang luar biasa.   Perjalanan itu ditempuh Chris selama 1,5 tahun. Selama perjalanan itu...

Akun Palsu dan Fenomena Pilkada

Gambar
Akhir-akhir ini aku facebook saya di ajak berteman (add) oleh banyak akun. Dan kebanyakan akun itu mengatasnamakan tokoh politik terkenal, figur bakal calon yang akan bertarung di Pilkada, hingga beberapa akun memasang foto wanita anggun nan cantik.   Kata seorang teman, akun facebook tersebut kebanyakan adalah akun palsu. Entahlah. Namun, jika dilihat dari ciri-cirinya, akun-akun facebook itu tergolong masih baru. Tapi anehnya sangat aktif, meski pertemanannya belum mencapai angka 100.   Ada salah satu akun yang sempat saya konfirmasi minggu lalu, kini sangat aktif mengkampanyekan salah satu figur yang akan maju di Pilkada. Bahkan, tak jarang berdasarkan pengamatan saya, akun tersebut sangat aktif pada membagikan berita salah satu bakal calon di Pilkada.   Menjamurnya akun yang tidak jelas tersebut menjadi salah satu fenomena yang menarik jelang Pilkada serentak 2018 mendatang. Sebab tak jarang akun itu tampak sangat bijak hingga sangat arogan hingga membuat ...

Menguji Independensi Mahkamah Konstitusi

Gambar
Pengesahan undang-undang Omnibus Law pada 5 Oktober 2020 lalu mengundang reaksi yang tidak sedikit. Bahkan penolakan terhadap undang-undang busuk itu sangat massif diseluruh wilayah tanah air. Tapi, apa yang terjadi kemudian adalah pengabaian aspirasi dari rakyat tersebut.   Lolosnya undang-undang itu kini mulai terasa dampaknya. Sayang dampak yang dimaksud adalah dampak yang membuat hak rakyat semakin diabaikan. Termasuk pemenuhan sejumlah ha katas kepemilikan tanah di berbagai daerah. Buktinya konflik agraria terjadi dimana-mana. Dan negara seakan buta akan hal itu.   Konflik itu agraria sendiri tidak lepas dari sejumlah kooporasi yang kepemilikannya terkait langsung dan tidak langsung dengan sejumlah pejabat negara. Baik di tubuh pemerintah maupun di DPR. Bahkan DPR kini tak kurang dari 200 anggota yang merupakan pebisnis yang memiliki kepentigan atas undang-undang busuk itu.   Ketika parlemen jalan kemudian digerakkan oleh mahasiswa. Ini kemudian ditudin...

Ide Gila Penundaan Pemilu

Gambar
Penundaan pemilu. Sebuah ide yang gila. Bukan berarti tidak mungkin. Dalam politik semua mungkin. Apalagi politik Indonesia. Epik sekaligus munafik; kadang-kadang. Diaduk, dibumbuhi, dipanaskan. Hampir tiap hari. Dan anehnya. Pemerintah hampir selalu jadi lakon utama.   Secara politik, pemilu yang ditunda itu hal biasa. Sejalan dengan pernyataan Ketua PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. “Usulan penundaan pemilu masuk akal”. Lagian, karena coped ada 48 negara yang menunda pemilu. Jadi santai-santai saja. Tenang dulu. Sambil nikmati kopimu.   Apalagi jika ketua partai yang berbicara. Sudah jelas kan. Ketua partai. Barangkali butuh perhatian; sudah tidak ada yang perhatikan. Alias jeblok. Elektabilitas tak naik-naik. Apalagi ada skandal; korupsi dan perempuan.   Jadi, biarkan saja. Kalaupun mengaku sudah disetujui kader. Ya percaya-percaya saja. Namanya juga kader partai. Bebas tapi terikat hebat. Maka berbicara tentu hati-hati. Salah kata, dipecat. Bagus kalau tidak...

Yang Lain dari Armin

Gambar
Anggota DPR. Atau wakil rakyat. Secara makna, banyak tafsiran. Tapi mari kita lihat sederhana saja. Jika “wakil” dimaknai bawahan. Atau orang kedua. Atau orang nomor dua. Maka, barangkali tidak salah, jika wakil rakyat itu disebut bawahan rakyat.   Tapi kok ada wakil rakyat. Kadang melebihi rakyat. Itu kenapa? Terjadi salah tafsir? Atau salah makna? Atau karena tidak TAHU DIRI? Sungguh mengecewakan. Jadi teringat lagu Iwan Fals.   Wakil rakyat seharusnya merakyat Jangan tidur waktu sidang soal rakyat Wakil rakyat bukan paduan suara Hanya tahu nyanyian lagu setuju   Wakil rakyat seharusnya merakyat Jangan tidur waktu sidang soal rakyat Wakil rakyat bukan paduan suara Hanya tahu nyanyian lagu setuju   Dalam hal ini, harus fair. Bahwa ada wakil rakyat yang betul bekerja. Sangat banyak. Di Sulsel juga ada. Salah satu, yang saya kenal, Armin Mustamin Toputiri. Namanya melegenda. Nama lain; ada Wawan Mattaliu-- diwaktu yang lain akan saya tuliskan j...

Wakil Itu Soal Moral

Gambar
Andi Sudirman Sulaiman (ASS) hampir dipastikan naik tahta. Karena itu, sederet nama dari partai politik pengusung di Pilkada lalu mulai pasang kuda-kuda. Posisi wakil seperti menggiurkan. Bahkan sejumlah nama terlah mencuat di media. Dimana ada gula disitu ada semut. Haha.   Misal PKS mengajukan empat nama yakni Muh. Amri Arsyid, Muzayyin Arif, Sri Rahmi, dan Asriady Arsal. Diinternal PAN ada nama tenar seperti Ashabul Kahfi dan sederet nama lain seperti Usman Lonta, Irfan AB dan Andi Yusran Paris. Sementara PDIP dikabarkan memberi mandate tunggal kepada Andi Ansyari Mangkona.   Siapapun yang terpilih; bodo amat. Terpenting kerja yang benar --cukup. Toh saya tetap harus berkeringan karena kerja. Hanya saja, rasanya kita perlu saling mengingatkan. Kita tidak ingin ada noda lagi di daerah ini. Ya meski noda itu sudah pasti tetap ada sih; namanya juga hidup --hitam putih.   Kapasitas ASS dalam memimpin perusahaan saya kira tidak perlu diragukan lagi --top. Itu ...