Postingan

Ugal-ugalan

Gambar
  Kompas.com/Reza Rifaldi Baru kemarin; 7 Agustus, saya ugal-ugalan; dari Makale ke Rantepao. Jaraknya sekitar 22 km. Ugal-ugalan itu pilihan saya sendiri. Tidak ada orang lain yang mengintervensi. Musababnya di luar kendali saya; itu terpaksa. Perencanaan sudah matang. Bahkan itu sudah sejak 2 hari lalu. Ketika itu, sudah janjian dengan pejabat Dinas Pendidikan Toraja Utara. Dan ini kesepakatan dua pihak. Tak ada paksaan dalam penentuan jadwal. Sepulang dari pertemuan Dinas Pendidikan. Saya berinisiatif mengisi bahan bakar motor. Mengantisipasi jika pertalite atau pertamax habis di SPBU. Atau antrian yang mengular. Tapi, di luar perkiraan, hari Sabtu-Minggu saya harus ke lokasi KKN. Sepulang dari sana, saya lupa isi bahan bakar. Jadilah, paginya terburu-buru seluruhnya; mandi, sarapan, berpakaian. Sementara pukul 09.00 harus bertemu dengan pejabat Dinas Pendidikan. Saya tiba di SPBU Mandetek; jalan poros ke Rantepao-- sekitar pukul 08.25. Antrian sudah panjang. Tiba giliran ...

Transfer Politisi

Gambar
Terus terang, jika ada yang terkejut atas putusan Danny Pomanto mundur dari Nasdem; itu menggelitik saya. Lah kan hampir tiap tahun kita mendengar itu. “Kader partai kuning mundur” atau “Kader partai biru transfer” atau narasi lain yang membanjiri media online dan cetak. Jadi jangan suka “kaget-kaget” atas hal-hal yang sudah jadi lumrah itu. Hati-hati kena struk; itu lebih berbahaya. Lebih baik “kaget-kaget” kepada hal yang sebetulnya sangat perlu dikagetkan. Contohnya mengapa di depan kantor wakil rakyat di dekat Fly Over itu, berjejer kawat berduri. Pagarnya dibuat tinggi lagi tangguh. Kan itu rumah rakyat, ya kan? Jika memang rumah rakyat, ya harusnya lebih terbuka kan ya? Tidak ekslusif apalagi antipati kepada rakyat. Jadi tolong, yang penting-pentinglah “kaget-laget”-nya. Danny Pomanto sebagai seorang politisi, memilih hengkang atas kesadaran pilihan politik perlu dihargai. Kalau tidak mau menghargai; tidak apa-apa juga. Diam dan nikmati dramanya. Jika pun memilih untuk tidak suk...

Toraja Bukan Tempat Sampah

Gambar
  Kampus adalah tempat untuk berbagi berdiskusi tentang ide. Setidaknya itu yang saya yakini. Bahkan jauh sebelum saya banting setir profesi; jurnalis ke dosen. Selain karena saya juga penganut generalis seperti halnya Gita Wirjawan dan David Epstein. Karena itu, setelah masuk kampus, saya tetap memegang keyakinan itu. Termasuk dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Suatu malam di tanggal 6 Mei 2023. Saya dihubungi salah satu mahasiswa saya di kampus. Saya diajak nongkrong seperti kalimat yang tertera di dalam chat. Saya kemudian meng-iya-kan. Tapi, dengan satu persyaratan; harus ada diskusi yang positif. Syarat yang saya ajukan itu lalu disepakati. Dan berangkatlah saya ke sana setelah menyelesaikan beberapa tugas dari kantor. Lokasi temunya menarik; di pinggir Kolam Makale. Disaksikan patung besar Pongtiku. Seorang pejuang Toraja yang amat tersohor namanya. Penantang terbesar kolonial Belanda di Toraja. Hingga darahnya mengalir disela-sela suburnya tanah di Toraja ka...

Tidak Ada Perayaan Hardiknas untuk Anak-anak Tallo

Gambar
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tiap tanggal 2 Mei merupakan hari bersejarah. Hari dimana seorang tokoh bangsa lahir, R.M Suwardi Suryaningrat. Atau lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Anak bangsa yang kemudian diasingkan karena tulisannya “Andai Aku Seorang Belanda” itu mempelopori pendidikan sebagai semangat untuk melepaskan diri dari cengkraman koloniaisme Belanda. Karena itu, peringatan Hardiknas tidak sepatutnya hanya dirayakan secara seremonial saja. Tapi lebih dari itu, harus ada refleksi yang mendalam mengenai pendidikan hari ini. Sebab kita semua barangkali percaya jika suatu bangsa yang besar dan makmur harus ditopang oleh dasar yang sangat krusial; pendidikan. Tanpa pendidikan sebuah bangsa hanya imaji yang memuakkan. Satu hal yang patut menjadi sorotan dari kompleksnya masalah pendidikan yang sangat eksplisit diterangkan dalam Undang Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 31. Pada ayat (1) berbunyi "Setiap warga negara berhak mendapat pendidi...

Tragedi Sepakbola di Malang

Gambar
Kematian karena pertandingan olahraga adalah kebiadaban. Tapi, apa mau dikata, jika peristiwa demi peristiwa terus menjadi tontonan. Sedang penyelenggara dan kita semua masih abai. Penyelenggara seperti tidak serius menangani kasus demi kasus dan kita semua terus-terus “berulah” dan tidak mau merubah, entah sikap diam terhadap kekerasan di arena olahraga atau tindakan kita yang hanya menyaksikan kekerasan itu terjadi.   Apa yang terjadi di Malang kemarin adalah sebuah akumulasi, yang harusnya sejak dulu kita berhenti sejenak lalu menoleh kepada sejarah. Sebab di negeri ini, tragedi dalam olahraga sepakbola hampir tiap tahun terjadi. Baik kerusuhan supporter yang berujung saling melukai hingga hampir dan atau kehilangan nyawa atas ketidaksigapan dan ketidaksiapan penyelenggara.   Pada tahun ini saja, sudah ada dua peristiwa dalam olahraga sepakbola yang menyebabkan kematian. Pertama, tanggal 17 Juni 2022 pendukung Persib Bandung, Bobotoh terjatuh lalu meninggal di Sta...

Batalyon 120 Makassar

Gambar
Malam yang cerah di tanggal 14 Maret 2022, Lapangan Karebosi yang berada di jantung Kota Makassar sangat ramai. Ruang publik yang di bawahnya ada mall itu dihadiri sangat antusias warga Kota Makassar. Sejumlah pejabat tinggi Kota Anging Mammiri juga turut hadir. Diantaranya Walikota Makassar, Danny Pomanto dan sejumlah pejabat teras di Pemkot Makassar.    Hadir juga para Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar antara lain Kapolrestabes Kota Makassar, Kombes Pol. Budhy Haryanto dan perwakilan pejabat dari TNI. Tidak hanya itu, orang nomor satu Polda Sulsel juga hadir, Irjend. Pol. Nana Sudjana. Sumber dari media online rakyatku, sekitar 1000-an orang hadir pada kegiatan pengukuhan Batalyon 120 Makassar.   Batalyon 120 Makassar ini merupakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang dibentuk oleh Forkopimda Kota Makassar. Tujuannya sangat mulia, Forkopimda ingin Kota Makassar aman dari tindak kejahatan jalanan; jambert, begal, geng motor dan lain-la...

Bjorka

Gambar
Dua pekan terakhir ini, Bjorka menjadi perbincangan hangat jagat maya. Terutama di media sosial. Kata itu kemudian dikenali sebagai hacker yang menyerang sejumlah lembaga negara. Salah satu korban dari Bjorka adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pihak Bjorka mengaku telah memiliki 1,3 miliar data nomor HP dan nomor KTP masyarakat Indonesia.   Data yang diduga telah bocor itu pun membuat netizen marah kepada Menkominfo, Johnny G. Plate. Kemarahan itu lantas dilampiaskan disejumlah media sosial. Salah satunya yang sangat aktif adalah twitter. Bahkan, dua pekan terkahir ini, nama hacker Bjorka trending topik. Apalagi, netizen kembali mengingat tahun 2017 ketika Kominfo mewajibkan setiap warga untuk menggunakan NIK untuk registrasi kartu.   Ketika itu, Kominfo mengeluarkan Permen nomor 12 tahun 2016 tentang registrasi pelanggan jasa telekomunikasi. Salah satu hal yang diiming-imingi pemerintah adalah keamanan data warga. Meski Permen itu sempat ditent...